Sabtu , 08 Nov 2025 – 21:07 Empat Lawang,(Amanat Sriwijaya) – Sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan Kabupaten Empat Lawang menuju daerah madani. Fokus pembangunan diarahkan pada budidaya tanaman pangan dan hortikultura, pengelolaan peternakan, perkebunan, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, mengatakan bahwa Kabupaten Empat Lawang telah mencapai surplus benih melalui Program Mandiri Benih Tanaman Pangan (MANTAP) yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Pertanian.
“Program Mandiri Benih Tanaman Pangan atau Program MANTAP merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan benih unggul langsung di tingkat petani. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan,” kata Joncik.
Menurutnya, saat ini Kabupaten Empat Lawang tercatat sebagai penerima bantuan benih terbesar di Sumatera Selatan, dengan cakupan lahan mencapai 233 hektare dan 11 kelompok penangkar aktif yang tersebar di lima kecamatan.
“Hal ini membuktikan bahwa daerah kita memiliki kapasitas dan kelembagaan yang kuat dalam pengembangan benih,” lanjutnya.
Joncik menjelaskan, pada awal tahun 2024, berkat program MANTAP, Empat Lawang berhasil memproduksi 684 ton benih padi unggul.
Bahkan setelah program berakhir, para penangkar tetap melanjutkan produksi secara swadaya dan berhasil menghasilkan 210 ton benih tambahan.
“Produksi ini tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga membantu pasokan benih ke kabupaten lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Joncik menyampaikan bahwa pada September 2025, Empat Lawang kembali mendapatkan dukungan Program MANTAP untuk 40 hektare lahan tambahan. Hasilnya akan dimanfaatkan pada tahun 2026, baik untuk kebutuhan di Empat Lawang maupun kabupaten lainnya di Sumatera Selatan.
“Semua capaian ini menunjukkan bahwa Empat Lawang tengah menuju kemandirian benih dan siap menjadi salah satu sentra produksi benih padi unggul di Sumatera Selatan. Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, kami optimistis program ini akan terus berlanjut dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tutup Joncik. (*)











