Menakar Arah Jelang Satu Tahun ‘Linggau Juara’

Menakar Arah Jelang Satu Tahun ‘Linggau Juara’

Oleh: Pranata Meksiko, S.Pd
(Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Lubuk Linggau)

Alaku

Menjelang akhir tahun 2025, kepemimpinan Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat atau akrab disapa Yoppy Karim bersama Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi, tentu hal wajar jika mulai memasuki ruang evaluasi publik.

Tahun pertama pemerintahan, tentu akan selalu menjadi fase krusial setiap pemimpin, bukan hanya sebagai masa adaptasi, tetapi sebagai penentu arah. Adaptasi dengan gaya pemerintahan lama, termasuk menentukan arah akan dibawa kemana pemerintahan yang kini mereka pimpin.

Tentu menjadi fokusnya, yakni apakah kepemimpinan berjalan pada jalur visi yang jelas atau sekadar menjalankan rutinitas kekuasaan.

Sejak awal menjabat, pasangan Yoppy – Rustam mengedepankan narasi persatuan pasca pilkada. Sekat politik yang sebelumnya tajam, berusaha mereka redam dengan ajakan kebersamaan dan kolaborasi. Tentu, dalam konteks politik lokal yang kerap menyisakan polarisasi, pendekatan seperti ini patut diapresiasi.

Pasangan Linggau Juara berupaya menjaga stabilitas sosial dan politik, sebab nampaknya bagi mereka ini merupakan prasyarat penting bagi pembangunan yang berkelanjutan. Apalagi, visi misi serta program kerja yang ditawarkan pasangan ini, nampak nyaris seluruhnya butuh kolaborasi semua pihak.

Sepanjang usai dilantik, keduanya masih fokus menyelesaikan tata kelola pemerintahan, langkah awal yang menonjol adalah konsolidasi birokrasi, termasuk kerja keras memastikan sinkronisasi visi dan misi kepala daerah dengan perangkat daerah. Yoppy – Rustam nampak ingin menunjukkan kesadaran, bahwa kinerja pemerintahan tidak bisa bertumpu pada figur semata, melainkan pada sistem yang solid dan aparatur yang searah.

Melihat dari sisi sosial, Pasangan Linggau Juara memberikan perhatian lebih pada urusan ketertiban umum, pemerintah kota tampak cukup responsif dalam urusan sosial. Kehadiran pemerintah dalam memastikan rasa aman masyarakat, juga merupakan indikator dasar bahwa pemerintah hadir di tengah warganya, khususnya pada periode dengan mobilitas tinggi dan potensi kerawanan sosial.

Meski demikian, ekspektasi publik tentu lebih besar. Janji kampanye tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik, kini masih menunggu pembuktian yang lebih konkret.

Tentu, disinilah kepemimpinan Yoppy – Rustam diuji, termasuk perangkat yang sekarang masih dalam periode adaptasi, mereka kedepan apakah mampu menerjemahkan visi dan misi besar Linggau Juara menjadi kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan warga atau malah justru terjebak dalam simbolisme dan seremoni saja.

Menjelang tutup tahun ini, satu hal yang cukup terasa adalah gaya kepemimpinan Yoppy – Rustam yang relatif tenang dan tidak gaduh. Ini menjadi modal awal yang positif. Namun, ketenangan saja tidak cukup, sebab publik menanti kecepatan, keberanian mengambil keputusan strategis, serta transparansi capaian kinerja, agar kepercayaan masyarakat tidak hanya terjaga, tetapi juga meningkat.

Tahun pertama yang belum genap ini, bagi saya sebagai warga Kota Lubuk Linggau, adalah soal membangun pondasi. Sebab jika pondasi tata kelola, serta keberpihakan sosial dan konsistensi visi misi ini benar-benar kokoh, maka tahun-tahun berikutnya akan menjadi fase pembuktian sesungguhnya.

Tentu harapannya jelas, Lubuk Linggau benar-benar bergerak menuju kota yang maju dan sejahtera, sesuai tagline yang kini terus menggema. Linggau Juara!!!

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.